KKN BOJONGMANGU | ARWAH BONEKA
Sekelompok mahasiswa terdiri dari Rohim,Yoga,Saep dan Satu perempuan bernama Anisa.
Mereka akan melaksanakan KKN di sebuah daerah terpencil di Bojongmangu salah satu daerah yang berada di Kab.Bekasi Jawa Barat.
Waktu menunjukan pukul 13.00 WIB.
Tiba tiba mobil berhenti di jalanan yang sepi hanya di kelilingi oleh pepohonan yang tinggi.
Saep yang mengendarai mobil bergegas keluar dari dalam mobil,memastikan apa yang terjadi.
Rohim sebagai ketua di kelompok itu juga turun dari mobil,dan bertanya
kenapa ep...?ada apa,,? Tanya Rohim kepada saep yang kebingungan
Saep menjawab "perasaan tadi nabrak seekor kucing, tapi ko ga ada ya,aneh banget"
Rohim melihat ke kolong mobil memastikan apa yang saep katakan.
Saat melihat ke bagian kolong mobil Rohim melihat ada sebuah boneka, namun saat di pastikan lagi itu benar boneka atau bukan Rohim melihat ke kolong lagi dan tidak ada apa-apa rupanya.
Rohim sudah merasakan kecemasan namun sebagai ketua kelompok dia juga menutupi rasa cemasnya itu.
perasaan lu aja kali..ayo cabut tar keburu sore
Rohim kembali mengajak saep untuk masuk lagi ke mobil dan melanjutkan perjalanan.
bener ini mur jalan nya,,tanya saep
iya,tar di depan kita berhenti dulu.Kita ke rumah pak RT kata Rohim sambil menunjuk ke depan
Mobil berhenti di sebuah rumah gubuk, di sebuah kampung
Mahasiswa itu keluar dari mobil
assalamualaikum...assalamualaikum...
Rohim bertemu dengan seorang laki laki ternyata itu adalah pa RT,
waalaikumsalam...jawab pa RT sambil membuka pintu rumahnya
"pa RT,kumaha kabarna.? Tanya Rohim
"eh jang rohim...Alhamdulillah"
Pa RT sudah kenal lama dengan Rohim karena Rohim memang bagian warganya dulu sebelum pindah ke jakarta.
"ieu barudak nu bade KKN di dieu,nu bulan kamari ku saya caritakeun tea ka Pa RT"
Rohim menceritakan tujuan ya datang bersama teman-temannya
'Oh enya enya enya,ieu nu bade KKN teh nyah:
Mereka bersalaman dengan Pa RT
"disini mur tempatnya" tanya saep
"Pak RT lokasina dimana nya" ??
Rohim balik bertanya lagi kepada pa RT untuk lokasinya,ternyata masih jauh dari sana dan mereka harus berjalan kaki untuk ke lokasinya
"Lumayan sih masih jauh,cuman akses jalan na te tiasa pake mobil,jadi kudu jalan kaki" jawab Pa RT
"gimana ,kata pa RT jalan nya kecil ga bisa pake mobil,jadi kita jalan kaki..Rohim bertanya pada teman temannya
ya ayo aja sih gue mah,ga tau Yoga sama Anisa..jawab saep kepada Rohim
"gimana Anisa ?Yoga? Rohim kembali bertanya
"ya ayo,lagian kita udah jauh jauh kesini masa ga jadi" jawab anisa
"bener kata anisa,kita udah jauh jauh datang kesini masa balik lagi" kata saep
"masih jauh banget apa pak"? Tanya yoga
"Ya sekitaran 15 menitan dari sini,".kata Pa RT
"ya udah siapin barang barang, turunin semua yang ada di mobil jangan sampai ada yang ketinggalan" Ujar Rohim ketua kelompok itu
Merekapun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Melewati jalan kecil dan melewati jembatan tua yang sudah rusak,masuk ke sebuah hutan.
Ditengah hutan yoga kelelahan menurunkan tas yang dia gendong
"emang ga ada grab apa disini"? Tanya yoga
"yoga yoga,ini hutan yog,mana ada grab disini" jawab Saep
"Tahu gini gue gak ikut" balas yoga sambil meminum air yang di bawa di tasnya
"udah ayo buruan,tar keburu gelap" Teriak rohim dari depan
"nis sini aku bawain tas nya,," Saep mengambil tas kecil yang di pegang nisa
"biar gue aja sini,ayo nis kamu duluan" Rohim merebut tas itu dari saep dan menyuruh anisa untuk berjalan di depannya
Anisa adalah perempuan cantik di kampusnya, itu sebabnya saep dan Rohim selalu berusaha mendekati Anisa.
Akhirnya mereka sampai di lokasi dimana mereka akan melaksanakan kegiatan KKN di daerah itu.
Kampung yang sepi jauh dari keramaian..
"assalamualaikum...mang mang Asep"?
Salam Pa RT di sambut seorang lelaki pemilik rumah tersebut
"waalaikumsalam,eh pa RT aya naon nya rame kieu" tanya Asep
"ieu barudak ti kampus Jakarta dek KKN di dieu"
"Owh muhun...ayo atuh masuk" ajak Asep sambil masuk ke rumah
'Sekarang saya serahkan kalian sama Mang Asep.Kalau ada apa apa nanti bisa ke mang Asep aja, karena mang asep yang punya rumahnya.".saya pamit dulu
"nuhun pa RT" jawab Rohim
''enya enya ..assalamualaikum" pa RT pergi meninggalkan mereka
"ayo atuh masuk masuk duh amang mah te boga nanaon," ajak Asep kepada mereka
''Iya mang teu nanaon.Oh mang saya Rohim saya mah tatangga kampung sebelah cuman tos lami pindah ka jakarta,ieu Anisa sareng itu duaan Saep sareng yoga.
"mang asep disini tinggal sama siapa"? Tanya anisa kepada Asep
"mang asep didieu cuman sorangan neng, anak istri tos te aya pan'' kata mang asep kepada anisa
"Apa katanya A"
Nisa bertanya kepada Rohim apa yang di bilang mang Asep karena nisa tidak mengerti bahasa sunda
"Mang asep tinggal.sendiri anak dan istrinya sudah meninggal" jawab Rohim
Sementara di bawah pohon Yoga sibuk mencari sinyal
"ga ada sinyal disini ahh gak bisa mabar kalau gini mana banyak nyamuk lagi,gara gara lu sih pake ngajak gue segala kesini."
"ya gue juga ga mau sih cuman berhubung anisa yang ngajak" jawab saep pada yoga
''anisa mulu yg lu fikirin emang anisa pernah mikirin luh apa'' kata yoga
"Jelas dong, kan Anisa juga suka sama gue hehe" saep sambil senyum senyum sendiri
Sementara Anisa dan Rohim yang sedang mengobrol bersama mang Asep di rumah gubuk tua itu.
Anisa tertuju tatapannya pada sebuah boneka,diapun mendekati boneka itu.
Boneka yang terlihat biasa saja namun menyimpan banyak peristiwa.
Bayang bayang kematian teriakan bisikan seakan akan anisa merasakan apa yang ingin di ceritakan boneka itu kepada anisa.
Rohim menghampiri anisa dan menepuk pundaknya, lantas Anisa kaget
"Kenapa nis" tanya Rohim kepada anisa
"Ga apa-apa" jawab anisa sambil menghapus air matanya
"kata mang Asep nanti kamu tidur di kamar,aku dan yang lain tidur di luar. Mang asep juga bilang kalau lapar kita bisa masak di dapur. Sekarang mang asep kesawah aku dan anak anak mau mandi dulu ke sungai.
nisa hanya menganggukkan kepalanya.
"ayo ef cepetan " teriak rohim menunggu saep dan yoga
"iya iya.", jawab saep dari jauh
"Mana si yoga" tanya Rohim
"Tar belakangan katanya" jawab saep
Rohim dan Saep pergi ke sungai yang tidak jauh dari rumah itu
Nisa masuk ke dalam rumah membuka pintu dengan perlahan, berjalan sambil melirik lirik sekitar dengan penuh ketakutan
Nisa mengambil sebuah foto. Itu adalah foto keluarga mang Asep dengan istri dan anaknya,
Dan tiba tiba di hadapan nisa, sosok yang menyeramkan
"Tolooong tolong" teriak yoga dari luar,sontak anisa berlari keluar
"Yoga" Nisa berlari ke arah yoga
Yoga terbaring di bawah pohon dengan badan penuh dengan darah
Dengan penuh ketakutan,nisa membalikan badan yoga.
Nisa teriak ketakutan,teriakan nisa terdengar oleh Rohim yang sedang mandi di sungai.
"nisa..ada apa" tanya Rohim
Nisa menangis. Rohim melihat Yoga yang sudah berlumur darah
"apa yang terjadi nis,kenapa si yoga,ga yogaaaa" Rohim mecoba membangunkan yoga
"Nisa ga tahu,,, aku tadi lagi di dalam,,tiba tiba yoga teriak minta tolong"
Rohim menutup muka yoga dengan handuk
Semua menangis melihat salah satu temannya meninggal dengan tragis
"mending kita pulang aja..tempat ini ga aman kayanya" ujar saep pada rohim
"kita ga bisa pulang sekarang,hari sudah gelap," jawab rohim
" Terus lu mau mati disini" teriak saep dengan keras
"Lu liat...lu liat mur..temen kita udah mati" saep menangis
Yoga tiba tiba bangun
Mur murrrr...saep berteriak melihat yoga bangun
Yoga berjalan dengan mata yang putih semua...menuju sebuah boneka
Mereka perlahan mengikuti yoga..yoga mengambil boneka dan memeluk boneka itu...sambil menyanyikan lagu sunda (nyinden)
"saria bakal cilaka," yoga kerasukan setan
"saria bakal cilaka (semakin keras)
Yoga menatap saep,iba tiba saep seperti ada yang menarik badannya
"mur toloong" teriak saep
Badan saep terlempar saep merasakan di cekik sampai tubuhnya terbang
"Akkhhhhh toloooong" saep kesakitan
Anisa menangis melihat saep kesakitan
" A saep" berlari ke saep namun di tahan oleh rohim
"Jangan nis bahaya" kata Rohim
"Akhhhhh murrrrr'' saep semakin kesakitan
Yoga hanya tertawa jahat
"Saria bakal cilaka'' yoga mengulangi kata kata itu
Akhirnya seorang lelaki tua datang dia membacakan ayat ayat alquran dari belakang.
Yoga semakin mengamuk
Rohim akhirnya memberanikan diri untuk menahan Yoga
" Ep ambil bangkunya" Rohim mencoba mendudukan yoga pada sebuah bangku dan mengikatnya
Sementara laki laki tua melantunkan bacaan ayat ayat alquran dari belakang...
Akhirnya yoga pingsan
"kalian ini siapa...kenapa kalian ada disini"tanya seorang laki laki tua bersorban
"kita mahasiswa dari jakarta kang...tadi siang kita baru dateng kesini untuk tugas KKN" jawab Rohim
"Siapa yang membawa kalian kesini??
"pa RT,pa RT yang membawa kita kesini,terus kita dititipkan sama mang Asep disini" Rohim kembali menjawab pertanyaan laki laki tua itu
"astagfirullahalazim.Kalian harus tahu ini, kampung ini tidak ada penghuninya, orang orang disini sudah pada meninggal semua makanya ga ada orng yang berani kesini"
Mereka semua kaget
Yoga batuk batuk,akhirnya yoga sadarkan diri.
"bagaimana dengan mang Asep kang" tanya Rohim
"Asep dan keluarganya juga sudah meninggal,mereka semua sudah meninggal sudah lama, keluarga asep di bantai hidup hidup oleh para debkolektor karena asep tidak bisa membayar hutang hutangnya.Sekarang kalian mending pulang,tempat ini sangat berbahaya"
iya kang..terimakasih sudah menolong kita kang.
Ternyata mereka berada di daerah kampung Mati dimana orang-orang disana sudah meninggal.
Komentar
Posting Komentar